Berita  

Kacamata Gratis dari Program I-SEE Paramitra Diberikan kepada 35 Pelajar di Jogorogo

Ngawinews.com – Ngawi, Program Inclusive System for Effective Eye Care (I-SEE) yang dijalankan Yayasan Paramitra kembali memberikan manfaat langsung bagi pelajar di Kabupaten Ngawi. Kegiatan memperingati Hari Penglihatan Sedunia ini diselenggarakan di Kecamatan Jogorogo dengan sasaran utama siswa sekolah. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran kesehatan mata sejak usia dini. Selain edukasi, kegiatan juga diisi dengan pembagian kacamata gratis bagi siswa yang membutuhkan.

Sebanyak 800 siswa dan seluruh guru turut terlibat dalam rangkaian kegiatan tersebut. Mereka mengikuti edukasi kesehatan mata dan pemeriksaan awal untuk mengetahui kondisi penglihatan masing-masing. Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen kolaborasi antara Paramitra dan Dinas Kesehatan Ngawi. Pelaksanaan program juga mendapat dukungan penuh dari fasilitas kesehatan setempat.

Koordinator Paramitra Kabupaten Ngawi, Jayanti, menjelaskan bahwa kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat akses layanan kesehatan mata. Ia menilai edukasi sejak dini dapat mencegah berbagai risiko gangguan penglihatan pada usia remaja. Program ini diharapkan menjadi model layanan inklusif untuk daerah lain.

“Program I-SEE Ngawi bersama Dinas Kesehatan mendukung membangun sistem layanan kesehatan mata yang inklusif dan efektif mulai dari tingkat sekolah,” ujar Jayanti.

Selain edukasi, pelaksanaan kegiatan ini juga melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Jogorogo. Mereka memberikan pendampingan langsung selama pemeriksaan dan skrining. Pemantauan kesehatan mata siswa dilakukan secara terarah untuk mencegah terjadinya gangguan penglihatan lebih lanjut. Pendekatan ini juga menjadi bagian dari upaya pencegahan kebutaan pada usia produktif.

Kepala Puskesmas Jogorogo, dr. Nur Khalid Setyawan, mengingatkan siswa agar tidak mengabaikan kesehatan mata. Ia menyoroti kebiasaan penggunaan gawai dan komputer yang semakin meningkat di kalangan remaja. Menurutnya, kondisi tersebut dapat memicu penurunan fungsi penglihatan jika tidak diawasi.

“Deteksi dini penting untuk mengantisipasi potensi gangguan penglihatan pada remaja usia sekolah sebagai langkah awal pencegahan kebutaan di masa depan,” ujar dr. Nur Khalid Setyawan.

Antusiasme siswa terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan terkait kesehatan mata. Mereka ingin mengetahui cara menjaga kesehatan mata di tengah aktivitas sekolah dan penggunaan gadget. Lomba yel-yel kesehatan mata juga digelar untuk meningkatkan partisipasi siswa. Lomba tersebut dinilai mampu menguji kreativitas dan kekompakan antarsiswa.

Skrining lanjutan dilakukan dengan menargetkan siswa yang telah dicurigai mengalami gangguan penglihatan. Pemeriksaan ini bekerja sama dengan guru UKS yang sebelumnya mengidentifikasi siswa dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Hasil pemeriksaan tersebut kemudian dianalisis oleh tenaga kesehatan. Pendekatan ini memastikan hanya siswa yang benar-benar membutuhkan yang menerima layanan koreksi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, terdapat 35 siswa yang dinyatakan membutuhkan bantuan kacamata. Kondisi mereka beragam, mulai dari rabun jauh hingga kelainan refraksi ringan. Para siswa diberi penjelasan mengenai cara memakai dan merawat kacamata. Edukasi lanjutan juga diberikan untuk memastikan mereka dapat beradaptasi dengan alat bantu tersebut.

Penyaluran kacamata dilakukan oleh Program I-SEE bekerja sama dengan Optik Lisa. Pemberian kacamata langsung dilakukan setelah siswa dipastikan membutuhkan koreksi penglihatan. Kegiatan berlangsung dengan tertib serta mendapat pendampingan dari guru masing-masing. Orang tua siswa juga diberi informasi terkait hasil pemeriksaan.

Kacamata yang diberikan diharapkan mampu menunjang prestasi belajar siswa. Gangguan penglihatan terbukti dapat memengaruhi konsentrasi, kemampuan membaca, dan partisipasi dalam kegiatan belajar. Dengan adanya alat bantu, siswa dapat mengikuti pelajaran secara optimal. Program ini juga memberi motivasi agar siswa lebih peduli terhadap kesehatan mata.

Melalui kegiatan ini, Yayasan Paramitra menegaskan komitmennya dalam mendukung kesehatan penglihatan anak-anak di Ngawi. Upaya ini menjadi langkah nyata untuk mewujudkan generasi yang lebih sehat dan produktif. Ke depan, kegiatan serupa rencananya akan diperluas ke sekolah-sekolah lain di Ngawi. Harapannya, deteksi dini dapat dilakukan secara lebih merata di seluruh kecamatan.

Pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan setempat juga diharapkan terus bersinergi dalam menjalankan program kesehatan mata. Dengan dukungan bersama, penanganan gangguan penglihatan dapat dilakukan lebih efektif dan menyeluruh. Upaya ini sekaligus menjadi investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas pendidikan. Sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program kesehatan masyarakat.

Pewarta: Haryanto
Editor: Yop

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *