Ngawinews.com – Ngawi – Pemerintah terus memacu pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabuapten Ngawi. Proyek strategis yang bertujuan memperkuat ekonomi perdesaan ini didukung anggaran besar senilai Rp 1,6 miliar untuk setiap unit gerai.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Ngawi, Sumarsono, mengungkapkan bahwa hingga saat ini sebanyak 196 desa/kelurahan telah divalidasi dan mulai melakukan proses pembangunan fisik. Proyek ini ditargetkan rampung pada Maret 2026.
Meski sebagian besar sudah berjalan, Sumarsono mencatat masih ada enam desa yang belum siap secara lahan, yakni Desa Gunungsari, Kiyonten, Mojomanis, Sidomakmur, Kasreman, dan Karangbanyu.
“Kendalanya beragam, mulai dari urusan teknis seperti pengurukan lahan hingga proses administratif pengajuan izin pemanfaatan kawasan milik Perhutani yang hingga kini masih berproses di masing-masing desa,” jelas Sumarsono. Senin, (26/1/2026).

Selain enam desa tersebut terdapat 15 desa/kelurahan yang sudah mengantongi lahan namun masih tertahan di tahap validasi sebelum konstruksi dimulai.
Dalam keterangannya, Sumarsono mengungkapkan bahwa skema pembangunan fisik gerai KDMP ini dilakukan secara terpusat. Anggaran pembangunan mengucur langsung dari Pemerintah Pusat, sementara pelaksanaannya ditangani oleh pihak Kodim setempat.
“Untuk pembangunan fisik gerai, dananya langsung dari pusat dan dihandel (dikerjakan) dari Kodim. Jadi, pengerjaan teknis di lapangan berada di bawah koordinasi mereka,” jelas Sumarsono.
Meski pembangunan fisik dilakukan oleh Kodim, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Ngawi memegang peran krusial dalam memastikan keberlanjutan program tersebut. Sumarsono menegaskan bahwa tugas dinasnya adalah menyiapkan orang-orang di balik operasional gerai tersebut.
Sumarsono kembali menegaskan bahwa pembangunan fisik ini ditangani langsung oleh pihak Kodim dengan sumber pendanaan langsung dari Pemerintah Pusat. Peran Pemerintah Kabupaten, dalam hal ini Dinas Koperasi dan UMKM, berfokus pada keberlanjutan operasional.
“Tugas kami adalah peningkatan kapasitas SDM pengurus dalam pengelolaan KDMP serta memberikan pendampingan secara kelembagaan. Kami ingin setelah fisik bangunan diserahterimakan, para pengurus sudah siap mengelolanya secara professional,” tambah Sumarsono.
Kabar baiknya, meski pembangunan di beberapa titik masih berjalan, pemanfaatan program ini sudah mulai dirasakan di sejumlah wilayah. Sumarsono memaparkan bahwa saat ini telah ada koperasi desa yang mulai beroperasi memanfaatkan fasilitas tersebut.
“Sampai saat ini, sudah ada koperasi desa yang mulai beroperasi (di lokasi yang sudah siap). Kami harap desa-desa lain segera menyusul seiring tuntasnya pembangunan fisik,” pungkasnya.
Pewarta: Haryanto
Editor: Yop











