ADV  

Menuju 100 persen Akses Air Bersih, Pemkab Ngawi Kaji Program Air Minum Gratis untuk2027

Ngawinews.com -Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi terus berupaya meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan dasar. Melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP), pemerintah daerah kini mulai melakukan kajian teknis mendalam terkait rencana penyediaan layanan air minum gratis yang ditargetkan dapat terealisasi pada tahun 2027 mendatang.

Kepala DPRKP Kabupaten Ngawi, Mahtuh Affandi, menyatakan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh warga mendapatkan hak atas air bersih. Namun, ia menekankan bahwa sebelum program tersebut diluncurkan, diperlukan persiapan yang matang melalui kajian menyeluruh guna menghindari kendala di masa depan.

Dalam kajian tersebut, tim ahli akan membedah berbagai aspek teknis yang krusial. Fokus utamanya meliputi mekanisme pengambilan sumber air, pembangunan sistem distribusi yang efisien, hingga proses pengolahan air. Hal ini dilakukan demi menjamin bahwa air yang disalurkan ke rumah tangga tidak hanya lancar secara kuantitas, tetapi juga layak dan aman untuk dikonsumsi.

“Kajian ini sangat penting sebagai fondasi. Kita harus memastikan sumber airnya mencukupi dan sistem pengolahannya memenuhi standar kesehatan sebelum sampai ke masyarakat,” ujar Mahtuh Affandi saat memberikan keterangan terkait rencana program tersebut, Selasa (4/04/2026).

Setelah kajian teknis dinyatakan rampung, langkah selanjutnya yang akan diambil  oleh Pemerintah Kabupaten Ngawi adalah menyusun Detail Engeneering Design (DED). Dokumen DED ini nantinya akan menjadi pedoman baku dan dasar pelaksanaan fisik program air minum gratis agar berjalan sesuai dengan spesifikasi yang direncanakan pada tahun 2027.

Disisi lain, capaian akses air minum di Kabupaten Ngawi saat ini menunjukkan tren yang positif. Kepala Bidang (Kabid) Kawasan Permukiman DPRKP Ngawi, Pipit Dwi Herlina, mengungkapkan bahwa saat ini tingkat layanan air minum di wilayahnya telah mencapai 88,76 persen. Dengan adanya program intervensi ini, diharapkan angka tersebut terus merangkak naik menuju target sempurna 100 persen.

Sejauh ini, infrastruktur pendukung telah mulai tersebar di berbgai pelosok, Tercatat, sudah terbangun 147 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan jaringan perpipaan yang menjangkau desa-desa di Kabupaten Ngawi. Sebagai langkah berkelanjutan, pada tahun 2026 ini, pemerintah juga telah menjadwalkan pembangunan dua lokasi SPAM baru, yakni di Desa Cantel dan Desa Gunungsari.

Pipit berharap, pembangunan infrastruktur yang masif ini dapat mengoptimalkan layanan pemenuhan dasar, terutama di wilayah-wilayah kritis. Fokus utama akan diarahkan pada non-Cekungan Air Tanah (CAT) yang selama ini memiliki potensi air tanah yang sangat rendah.

“Kami berharap intervensi melalui pembangunan SPAM ini semakin optimal, khususnya bagi warga yang tinggal di daerah non-CAT. Dengan sistem perpipaan yang baik, tantangan geografis terkait sulitnya air tanah tidak lagi menjadi penghalang bagi masyarakat untuk hidup sehat,” pungkas Pipit.

Pewarta: Haryanto

Editor: Yop

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *