
Ngawinews.com – Ngawi – Pemerintah Desa (Pemdes) Babadan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, menunjukkan komitmennya dalam memperkuat infrastruktur jalan dengan merealisasikan pembngunan Tembok Penahan Tanah (TPT). Proyek ini didanai melalui Bantuan Keuangan (BK) Sarana dan Prasarana (Sarpras) tahun 2025.
Kepala Desa Babadan, Siti Yusmini, mengungkapkan bahwa pembangunan TPT ini merupakan langkah strategis untuk mengamankan badan jalan, terutama di lokasi yang rawan longsor atau tergerus air.
“Realisasi BK Sarpras tahun 2025 ini kami fokuskan untuk pembangunan TPT di titik krusial yang selama ini berpotensi membahayakan pengguna jalan dan merusak struktur jalan desa,” ,” ujar Siti Yusmini saat ditemui Ngawinews.com pada Kamis, (4/12/2025).
Proyek pembangunan TPT sepanjang 222 meter di Dusun Babadan Kulon, yang didanai BK Sarpras Kabupaten Ngawi Tahun 2025 senilai Rp 99.454.100,- ini tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga aspek sosial kemasyarakatan.
Siti Yusmini, menjelaskan bahwa pelaksanaan proyek ini sepenuhnya dipercayakan kepada Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa babadan, namun dengan satu penekanan penting: pelibatan aktif masyarakat setempat.
“Proyek ini dilaksanakan oleh TPK Desa Babadan, dan kami sengaja melibatkan masyarakat setempat secara langsung,” terang Siti Yusmini.
Siti Yusmini menegaskan bahwa pelibatan warga dalam proses pembangunan bukan hanya sekedar formalitas. Keterlibatan ini memiliki dua tujuan utama yang saling berkaitan yaitu untuk menjamin kualitas dan menumbuhkan rasa kepemilikan. Melengkapi pernyataan tersebut, Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK), Iswahyudi, menjelaskan manfaat ganda dari sistem pelaksanaan ini.


“Pemberdayaan warga dalam pembangunan ini tidak hanya sekadar mengikuti aturan pelaksana proyek desa,” ujar Iswahyudi. Lebih dari itu, kami ingin memberikan kesempatan bagi warga.
Iswahyudi merinci bahwa pelibatan masyarakat dalam proyek konstruksi yang didanai BK Sarpras Kabupaten Ngawi senilai Rp. 99.454.100,- tersebut, membawa dampak positif langsung pada ekonomi lokal.
“Warga yang terlibat langsung dalam pengerjaan TPT sepanjang 222 meter ini dapat memperoleh penghasilan tambahan,” jelas Iswahyudi.
Selain peningkatan ekonomi, Iswahyudi juga menyoroti aspek transparansi. Dengan terlibat sebagai pekerja, warga secara langsung dapat mengetahui rincian teknis pelaksanaan dan penggunaan anggaran.
“Mereka juga secara langsung mengetahui transparansi anggaran pembangunan. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap penggunaan dana desa,” tambahnya.
Melalui sinergi antara Pemdes, TPK, dan masyarakat, proyek TPT di Dusun Babadan Kulon, RT 003 RW 004, diharapkan menjadi contoh sukses pembangunan infrastriktur yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga kuat secara sosial dan akuntabel.
Pewarta: Haryanto
Editor: Pie



