
Ngawinews.com – Ngawi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terus berkomitmen meningkatkan kualitas infrastruktur jalan dan jembatan. Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, DPUPR saat ini tengah melaksanakan pekerjaan penggantian Jembatan Kedung Lumbu yang berlokasi di ruas Jalan Mantingan–Tempursari.
Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dan kelancaran akses masyarakat di wilayah tersebut. Jembatan Kedung Lumbu sebelumnya dinilai sudah tidak layak dan memerlukan peremajaan total.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Ngawi, Rachmat Fitrianto, ST, MT, menjelaskan bahwa jembatan lama sudah tidak layak, membahayakan pengguna jalan, dan menjadi salah satu prioritas dalam program pembangunan infrastruktur di Kabupaten Ngawi.
“Penggantian Jembatan Kedung Lumbu ini sangat penting karena jembatan ini merupakan akses vital bagi masyarakat,” ujar Rachmat Fitrianto saat ditemui Ngawinews.com, Jumat, 1 Agustus 2025. “Kondisi jembatan lama sudah sangat memprihatinkan, sehingga perlu diganti total agar masyarakat bisa lebih aman dan nyaman saat melintas.”
Proyek penggantian jembatan ini mencakup pembongkaran struktur lama dan pembangunan struktur baru yang lebih kuat dan tahan lama. Rachmat Fitrianto menjelaskan, pekerjaan ini dilaksanakan oleh CV. Jasa Karya dengan pengawasan dari CV. Perdana Bumantara Konsultan. Nilai kontrak proyek mencapai Rp 2.501.295.132,15 dengan jadwal pengerjaan selama 180 hari.
Pada minggu ke-5, tepatnya tanggal 21–27 Juli 2025, realisasi pekerjaan telah mencapai 4,06%, lebih tinggi dari rencana awal sebesar 2,99%, sehingga terdapat deviasi positif sebesar 1,07%.
Rachmat Fitrianto berharap pengerjaan jembatan dapat selesai sesuai spesifikasi, tepat waktu, dan tanpa kendala.
“Dengan adanya jembatan baru ini, diharapkan lalu lintas menjadi lebih lancar dan aman, serta dapat meningkatkan mobilitas masyarakat,” tuturnya.
Peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan di Ngawi diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan mempermudah mobilitas masyarakat, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun logistik. Pembangunan ini juga diharapkan memperlancar arus lalu lintas, khususnya bagi para petani yang mengangkut hasil panen, serta mempermudah mobilitas warga sehari-hari.
Selama masa pengerjaan, DPUPR mengimbau masyarakat untuk menggunakan jalur alternatif yang telah disediakan.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan selama proses pengerjaan. Kami berharap masyarakat bisa bersabar dan mendukung kelancaran proyek ini demi kepentingan bersama,” tutup Rachmat Fitrianto.
Pewarta: Haryanto
Editor: Yop











