Berita  

Yayasan Para Mitra Indonesia Gelar Sosialisasi Program I-SEE bagi 89 Kepala SD di Ngawi

NGAWI – Yayasan Para Mitra Indonesia bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi sukses menyelenggarakan kegiatan sosialisasi kesehatan mata bagi Kepala Sekolah Dasar se-Kabupaten Ngawi.

Kegiatan itu berlangsung dua hari pada tanggal 5-6 Maret 2026, di Gedung Sekretariat IBI Kabupaten Ngawi.

Acara ini dihadiri oleh Tim Program I-SEE dari Yayasan Para Mitra Indonesia serta jajaran pimpinan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi, di antaranya Sekretaris Dinas Pendidikan, Bapak Muhammad Fachrudin; Kepala Seksi Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar, Bapak Wahyudi Tri Atmadji; serta Bapak Suyanto selaku Pengelola Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan beserta 89 kepala SD pilihan.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi, Muhammad Fachrudin, menyatakan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program kesehatan mata “I-SEE”.

Fachruddin menyoroti tantangan zaman di mana fenomena penggunaan gawai (gadget) pada anak usia dini menjadi pemicu utama meningkatnya risiko gangguan penglihatan.

“Gangguan penglihatan memiliki dampak langsung terhadap proses belajar siswa. Ketika fungsi penglihatan terganggu, konsentrasi serta kemampuan siswa dalam menyerap materi pendidikan akan menurun secara signifikan. Oleh karena itu, pendampingan melalui program I-SEE ini harus dioptimalkan sebagai langkah preventif, khususnya di tingkat sekolah dasar,” tegas M. Fachrudin.

Menurut dia, kepala sekolah berperan penting dalam merumuskan implementasi teknis program di sekolah masing-masing.

Diharapkan, guru yang telah terlatih dapat menyusun jadwal berkala untuk kegiatan edukasi, skrining mandiri, serta sistem rujukan yang terintegrasi secara formal ke dalam program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

Puluhan kepala sekolah yang hadir saat itu menyampaikan apresiasi tinggi kepada Yayasan Para Mitra atas inisiatif program I-SEE.

Mereka juga akan berkomitmen untuk menerapkan ecara berkelanjutan demi kesejahteraan anak didik.

Sebagai bentuk komitmen nyata dari pertemuan tersebut, 89 kepala sekolah menyepakati lima poin utama dalam implementasi program kesehatan mata di lingkungan sekolah.

Kelima hal itu adalah

  1. Sosialisasi Meluas: Melaksanakan sosialisasi kesehatan mata secara menyeluruh kepada seluruh jajaran tenaga pendidik (guru) di sekolah.
  2. Integrasi UKS: Memasukkan dan mengintegrasikan program kesehatan mata ke dalam agenda rutin harian/mingguan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
  3. Penyebaran Kompetensi: Memastikan guru yang telah terlatih untuk membimbing guru wali kelas atau guru lainnya agar memiliki kemampuan dasar dalam deteksi dini gangguan penglihatan.
  4. Skrining Berkala: Menyelenggarakan edukasi dan skrining penglihatan mandiri bagi siswa secara rutin di lingkungan sekolah.
  5. Penguatan Kemitraan: Memperkuat kolaborasi dengan pihak Puskesmas setempat guna mempercepat proses penanganan medis dan rujukan bagi siswa yang teridentifikasi mengalami gangguan penglihatan.

Melalui sinergi antara Yayasan Para Mitra dan Pemerintah Kabupaten Ngawi, diharapkan program ini dapat mencetak generasi emas yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga sehat secara fisik untuk menempuh masa depan yang lebih cerah. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *